House - Home
House, dibangun dengan tangan sedang home dibangun dengan hati, demikian bunyi pepatah lama inggris. Disana, house dimaksudkan sebagai rumah fisik; sedan home dimaksudkan sebagai rumah batiniah tempat kita merasa tentram dan betah. Dalam cerpennya, Asrul Sani pernah memimpikan "sebuah rumah yang bersih dan lampunya terang"– kata lain dari home swee home. Siti Nurbaya, ditulis Marah Rusli dengan sebuah antusiasme: kaum muda menyemai cinta kasih sendiri, dan mereka melakukan perlawanan terhadap adat lembaga (kawin paksa, diantarany) yang di jaga kaum tua. Kisah Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri berakhir tragis, anak muda dengan cinta yang membara itu, tak berhasil membangun sebuah rumah tangga.
Kegagahan muda dan tragis homeless ini terus berlanjut. Chairil Anwar meraungkan
ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
(sajak "Sia-sia")