Hidupku

tak terasa hari berganti hari, waktu bergulir terus sampai terlena, lupa bahwa saat ini sudah berganti waktu.
Hidupku masih dalam tepian yang melihat kedepan dengan jurang terbelalak menantang. Tak kuasa kumelihatnya, tak henti rasa penasaranku bertambah dan bertanya, "akankah aku berhenti dan mengucapkan selamat tinggal untuk perjalanan ini?"
Aku tak bisa meramalkan masa depanku, kalimat dulu swaktu smu pernah kubaca adalah "masa depan adalah konsekwensi logis dari masa sekarang" masih kubaca, kuingat dan kupahami. Aku tak bisa lari dari hidupku sekarang ini.
Waktu aku masih aktif di organisasi, mungkin aku melihat sisi dunia dari bathinku, dari hasil bimbingan para senior, para rohaniawan, atau teman2ku untuk menjalankan hidup dengan sesuai jalur yg telah di tetapkan antara yang boleh dan yang tidak, antara yang halal dan haram.
Tapi .. untuk sekarang ini tidak lagi. Aku sudah pergi jauh.. melanglang.. dan pergi meninggalkan masa laluku yang terstruktur dan rapih. Aku kini berantakan, jeprut dan tak tahun 180 derajat aku berubah. Mungkin yang tidak berubah adalah Aku masih menuhankan Allah SWT.

Leave a Reply