rapuh

Aku hanya bisa berbaring disini, diatas balai-balai bambu yang beralaskan tikar. Walau hanya menatap langit-langit, tapi Aku mampu menatap masa laluku pada keceriaan massa anak-anak, remaja, dan sekarang beranjak dewasa.
Aku seperti seonggok batu karang yang lama terkena terik matahari. Segala kesialanku tertumpah pada air bah yang menghantam batu karang, memporak porandakan kekeroposannya dan hanyut ditelan ganasnya samudera.
Lama sekali aku menatap langit-langit itu, ada guratan wajah satu persatu yang mulai kuingat. Ada wajah teman kecilku yang sejak ia pindah karena perceraian orang tuanya tak pernah lagi melihatnya sama sekali, .. (bersambung)

Leave a Reply