Saya telah Mati
saya telah mati, telah saya mati,
saya mati telah, mati saya telah,
telah mati saya, mati telah saya,
saya siapakah? siapakah saya?
saya bisa aku, bisa kau, bisa kita,
siapa pun bisa jadi saya, saya adalah
kata, adalah makna, adalah nilai,
saya mungkin tuhan, saya mungkin setan,
saya bisa realitas, saya bisa identitas,
saya terbelah dan menyatu, saya adalah
matahari, bulan, bintang, bumi, atau
bahkan galaksi, saya bergerak
dalam bahasa, dan mencari bersama
bahasa, saya bukan lelaki
tapi pasti pria, saya bisa perempuan
namun bukan wanita, saya adalah:
angin, kelamin, keraguan, korek api,
botol kosong, bawang, cabai, tomat,
kambing, harimau, anjing, babi, atau
bahkan darah yang menetes dari kening
yesus, saya mungkin yesus,
saya mungkin yudas, saya bisa
siapa dan bisa apa, setiap
kemungkinan adalah saya, setiap
kepastian adalah saya, saya
adalah pasti-yang-mungkin, saya
adalah mungkin-yang-pasti, saya
adalah sebuah permainan: di mana
kita menunggu sebuah kebebasan,
saya telah mati, saya akan mati,
saya masih mati: tak ada aku dalam saya!,
saya: bahasa yang bukan kata,
dan "ada" yang mengharapkan
kematiannya: agar "ada"
yang-mungkin-pasti hidup sebagai manusia.
(Ahmad Yulden Erwin)