Tak Ada Mahluk Yang Sempurna
Untuk alam yang diciptakan oleh Tuhan, aku berterimakasih atas suasana dan kenyamanan hati yang menderita, berfikir dan terus berfikir, ia membawa pesan yg begitu dalam. Untuk Tuhan yang telah menciptakan Aku dan seisi bumi ini, aku bersyukur bisa hidup untuk menikmati alam dan segala isinya, bersyukur pula telah dibedakan dengan binatang, sebuah otak dan pikiran.
Usai latihan di gor pakuan UNPAD, bersama Dundee dan Mira pulang. Setelah menunggu sampai sholat Isya usai. Kami disana bercerita berbagai macam pengalaman dari buku yang sedang kubaca sampai dengan rasa bersalah terhadap teman-teman, terutama teman Yuri yang lama menghilang entah kemana perginya sobatku ini.
Sampai di Kubus, suasana curhat bareng temanku masih terasa. Dinginnya gunung geulis menajamkan intuisi naluriku untuk selalu introspeksi dan introspeksi. Tak ada yang mesti disesali, toh sudah berlalu, sekarang hanya tinggal berbenah dan berbenah !..
Tapi itu saja tidak cukup. Sesampai dikubus, temanku mengajakku berdialog. Memberikan masukan-masukan dan kritik. Perubahan yg ada pada diriku demikian drastis, sehingga aku tak mampu lagi mendengar. Mendengar keluhan !.. mendengar masukan !.. kali ini aku sadar, aku harus mendengarnya dan menerimanya, lalu merubahnya.
Tuhan !.. jika aku ini adalah pelaku sejarah berikanlah dorongan sekalipun hanya sedikit.