T A T I N
Tatin itu temen baruku. Tadi pagi aku melihat keceriaannya turun dari angkot Sumedang-Cileunyi. Mengenakan gaun berwarna coklat muda, berkerudung putih. Saat kutatap, ada senyum khas persahabatan menyapaku lalu dibalas dengan senyum yg lekat seraya memanggil untuk singgah sejenak ditempatku. Ditempatku ?! .. ditempat yg mana ?.. aku gak punya tempat tinggal. Aku hanya, perantau jalanan yang biasa menyandarakan pungguh lalu tertidur untuk menghilangkan letih dimanapun berada.
Tapi saat kutatap kerling bola matanya, Aku merasakan ia singgah ditempatku.. tempat dimana tidak hanya dibentuk oleh tembok, tiang dan lain sebagainya. Tapi, tempat yang dibentuk oleh jiwa dan raga. Bathin ini telah menjadi pondasi ketentraman dan kenyamanan saat bersama.
Tatin adalah sahabatku, aslinya dari Majalengka seperti aku. Cuman dia tinggal di Rajagaluh, dan aku tinggal di Jatiwangi.