Kebencian
Kebencian datang dengan tidak wajar, menghembuskan kenangan buruk masa lalu dan menyiratkan ketidaksukaannya. Setiap kenangan yang muncul dimaknai stereotif tanpa ada pilihan lain kecuali harus membencinya. Jalan maut yang ditorehkan sangat mudah tapi sangat menyakitkan, torehan itu adalah tidak mau memaafkan untuk orang lain atau untuk diri sendiri.
Ditambah tidak ada komunikasi yg menjembatani perseteruan itu, sehingga individu bisa didefinisikan dengan cara yang berbeda. Selalu dilihat dari sisi negatifnya.
Kebencian itu beranak pinak, memiliki cucu bahkan cicit. Ia menggeliat-geliat seperti gurita kecil yg ingin menjadi raksasa besar sekali (sudah raksasa besar lagi, pake embel-embel sekali lagi). Pokoknya kebencian tidak berujung dan bisa membuahkan keresahan dan kesemrawutan
Berjiwa positif thinking jalan satu-satunya. Memaafkan adalah cara yg paling mudah untuk melepaskan rasa keruwetan itu guna meraih positif thinking.
Percayalah !