T u h a a n . . . . .
Remang bulan purnama menampakkan sinar artistik dimalam hari yang dingin. Awan nampak biru, ia begitu cerah dibandingkan malam-malam yg biasa gelap gulita. Malam ini malam yang sungguh berbeda. Malam ini memberikan kesadaran tulus dari kedahsyatan abadi yang tunggal. Ada Yang Maha Perkasa, ada Yang Maha Kuasa yang mengatur malam yang indah ini. Dari panasnya terik matahari disiang hari menuju malam pekat dan dingin, kita tidak bisa berkutik, hanya mengigil dan ngilu. Kita tidak bisa melawan hukum alam yang berlaku.
Kuniatkan untuk bersemedi dalam kekhusyuan bathin. Merasakan kepedihan hidup yang tak berarti dihadapan sang Maha kuasa. Kekhusyuan jiwa yang selalu mendua, selalu melupakan sang Khalik ditengah kesibukan dan rutinitas kegiatan. Kupejamkan mata untuk hanya mengingat dosa-dosa yang pernah kulakukan bertumpuk, hanya sehelai kebajikan yang kutoreh. Ku minta ampunan kepada yang khalik atas segala yang terjadi, yang menimpa diriku, orang tuaku, saudara-saudaraku dan teman-temanku.
Angin menari dalam kelembutannya. Membelai penuh mesra, menundukkan kesombongan dan congkak. Ia membelai begitu syahdu seperti bunda mengelus rambutku saat menangis. Ku doakan untuk ayahku semoga ia diterima di sisi Yang Maha Kuasa; Allah SWT. Ku doakan ibuku, semoga selalu sehat wal’afiat dan bahagia menghadapi usia senjanya. Ku doakan saudara-saudaraku supaya sehat wal’afiat. Ku doakan keponakan-keponakanku agar selalu riang gembira menyongsong hari yang cerah dan masa depan yang gemilang.. "kutunggu celotehmu saat pulang". Kudoakan Teman-temanku agar selalu sehat jauh dari penyakit dan selalu bersedia saat aku merasa bt untuk bertukar fikiran atau bercanda dengan riang-gembiranya.
amiiin…