<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pardon Me Please!!&#8230;</title>
	<atom:link href="http://kimud.blog.friendster.com/2007/07/pardon-me-please/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kimud.blog.friendster.com/2007/07/pardon-me-please/</link>
	<description>
setitik pelita yang tak seberapa terangnya bila dibandingkan dengan lampu neon dalam terang benderangnya gemerlap Bandung. Namun setitik pelita itu menjadi pegangan hidup saat gelap gulitanya kegelapan. Itulah aku! kemampuanku tak seberapa dibandingkan dengan kemampuannya pendidikan kosmo kapitalis. Aku adalah torehan ayam yang berusaha mematuk makanan sisa ato kecilnya serangga melata. Saat kesunyian tiba membawa arti sendiri bagiku dalam kesendirian. Namun dalam kehangatan dan hingar bingar mulai melanda lewat nyanyian berimbau dan attabaque, resah dan gundah gulandahku surut hilang yang ada hanya kecerian menjadi-jadi. Jadi gila, jadi semangat dan lain sebagainya. Sebelum sepi itu datang, Ku ingin ada celoteh, ada canda-tawa, ada hinaan, dan lain sebagainya yang membuat aku tersenyum dan tertawa walau suasana telah sepi dan sendiri.</description>
	<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 13:09:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	</channel>
</rss>
