July 27th, 2005 by kimud
Remang bulan purnama menampakkan sinar artistik dimalam hari yang dingin. Awan nampak biru, ia begitu cerah dibandingkan malam-malam yg biasa gelap gulita. Malam ini malam yang sungguh berbeda. Malam ini memberikan kesadaran tulus dari kedahsyatan abadi yang tunggal. Ada Yang Maha Perkasa, ada Yang Maha Kuasa yang mengatur malam yang indah ini. Dari panasnya terik matahari disiang hari menuju malam pekat dan dingin, kita tidak bisa berkutik, hanya mengigil dan ngilu. Kita tidak bisa melawan hukum alam yang berlaku.
Kuniatkan untuk bersemedi dalam kekhusyuan bathin. Merasakan kepedihan hidup yang tak berarti dihadapan sang Maha kuasa. Kekhusyuan jiwa yang selalu mendua, selalu melupakan sang Khalik ditengah kesibukan dan rutinitas kegiatan. Kupejamkan mata untuk hanya mengingat dosa-dosa yang pernah kulakukan bertumpuk, hanya sehelai kebajikan yang kutoreh. Ku minta ampunan kepada yang khalik atas segala yang terjadi, yang menimpa diriku, orang tuaku, saudara-saudaraku dan teman-temanku.
Angin menari dalam kelembutannya. Membelai penuh mesra, menundukkan kesombongan dan congkak. Ia membelai begitu syahdu seperti bunda mengelus rambutku saat menangis. Ku doakan untuk ayahku semoga ia diterima di sisi Yang Maha Kuasa; Allah SWT. Ku doakan ibuku, semoga selalu sehat wal’afiat dan bahagia menghadapi usia senjanya. Ku doakan saudara-saudaraku supaya sehat wal’afiat. Ku doakan keponakan-keponakanku agar selalu riang gembira menyongsong hari yang cerah dan masa depan yang gemilang.. "kutunggu celotehmu saat pulang". Kudoakan Teman-temanku agar selalu sehat jauh dari penyakit dan selalu bersedia saat aku merasa bt untuk bertukar fikiran atau bercanda dengan riang-gembiranya.
amiiin…
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 18th, 2005 by kimud
ibu..
engkau adalah permataku
engkau adalah surgaku
engkau adalah penerangku
engkau adalah penyejuk hatiku
ibu..
aku mencintaimu
sepanjang hidup
ibu..
aku merindukanmu
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 18th, 2005 by kimud
Malam berlalu
tinggalkan aku yg terkantuk2
telphon berdering
dari abangku ingatkan usiaku
sudah beranjak 25 tahun
cepat bereskan kuliah
cepat cari kerja
cepat nikah, punya anak dan cucu
lalu smspun datang
dari kampung halaman
informasikan ibuku sakit
aku mulai gundah
sedih menyeruak
hatiku tak menentu
————————————
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 15th, 2005 by kimud
malam-malam bangun! huwaaah!!.. lapar jg euy! ga ada nasi! perut komprominya
ma nasi. Kenyangnya juga ma nasi. pengennya makan Nasi terus pake rendang ayam dan tidak lupa menggosok gigi… hek! kok gosok gigi?! tidak lupa pake tempe-tahu plus sambal beserta lalabnya. Wenae…
"gendang gendut tali kecapi.
kenyang perut, senanglah hati"
paribahasa itu memberikan kecocokan untuk perut yg dililit lapar. Mau baca juga males, kan lapar? mau tidur juga males.. kan lapar!, bisa tidur asal untuk menahan keroncongan.
Tak terbayangkan kelaparan yg kurasa hanya semalam ini. Bagaimana dengan kelaparan yg diderita bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun lamanya. Rasa lapar yg kurasa tidak sebanding dgn yg dirasa oleh penderitaan orang-orang yg dibawah garis kemiskinan. Saat ini Aku lapar, karena ga ada warung yg buka. Tapi kelaparan yg mereka rasakan adalah akar dari kemiskinan yg diderita oleh negerinya.
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 11th, 2005 by kimud
Bayi mungil merengek
tangan kecilnya meronta-ronta
minta genggaman kasih dan kelembutan
lihat !..
matanya menatap
jernih dan bening
lalu berseringai gembira
memperlihatkan giginya yg belum tumbuh
kulitnya begitu halus dan bersih
dicium ibunda tercinta
sambil bersenandung
bunda memomongnya
bercerita seorang kesatria mungil
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 9th, 2005 by kimud
Aku ingin melihat seisi langit sehingga aku bisa melihat bumi beserta isinya.
Bersama elang impianku kuterbangkan.. bersamanya aku menaruh segala yg kuinginkan.
Menatap langit, kuperhatikan elang yg tengah mengepakkan sayapnya. Meluncur ke permukaan bumi dan terbang kembali. Jari-jemarinya memegang kuat, mencengkram mangsa dengan penuh perkasa lalu melesat ke angkasa seperti rudal scud. BUZZ !!!… begitu perkasa !!… Jantan … Digjaya…
AKU ADALAH ELANG !!!….
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 9th, 2005 by kimud
Kebencian datang dengan tidak wajar, menghembuskan kenangan buruk masa lalu dan menyiratkan ketidaksukaannya. Setiap kenangan yang muncul dimaknai stereotif tanpa ada pilihan lain kecuali harus membencinya. Jalan maut yang ditorehkan sangat mudah tapi sangat menyakitkan, torehan itu adalah tidak mau memaafkan untuk orang lain atau untuk diri sendiri.
Ditambah tidak ada komunikasi yg menjembatani perseteruan itu, sehingga individu bisa didefinisikan dengan cara yang berbeda. Selalu dilihat dari sisi negatifnya.
Kebencian itu beranak pinak, memiliki cucu bahkan cicit. Ia menggeliat-geliat seperti gurita kecil yg ingin menjadi raksasa besar sekali (sudah raksasa besar lagi, pake embel-embel sekali lagi). Pokoknya kebencian tidak berujung dan bisa membuahkan keresahan dan kesemrawutan
Berjiwa positif thinking jalan satu-satunya. Memaafkan adalah cara yg paling mudah untuk melepaskan rasa keruwetan itu guna meraih positif thinking.
Percayalah !
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 22nd, 2005 by kimud
Mestre pulang sekitar jam 11.30 WIB dari Bandung, tepatnya dari Perum Bumi Batu Nunggal Jl. Soekarno Hatta. Bercucur air mata mengiringi langkah menuju pesawat. Sekali tolehan, ia menatap lekat-lekat. Menghitung wajah sayup bersahaja selama 5 hari melayaninya.
Air Hujan mulai menetes, mengundang gerimis iringi kepergian mestre. Dalam kelengangan, sesaat kudengar intonasi seorang bijak menyusup dalam sosok mestre memberi nasihat layaknya orang tua pada anaknya. Ia telah mengajari kita bagaimana bersikap dalam setiap hari. Mencoba membentuk karakter hidup yang tahan derita. Dengan tidak mengingkari rasa kemanusiaan, maka ia memberi contoh tauladan lain yang walau dalam kemiskinan dan kerasnya hidup mengarah pada kriminalitas tapi ia bisa bertahan dengan cara hidup bermoral, beretika dan bermanusiawi.
Tanpa disadari air mata meletup dan berkubang lalu jatuh mengalir deras ke pipi. Mestre selalu dihatiku.
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 21st, 2005 by kimud
Melihat bayang-bayang sendiri dibawah rembulan, melihat wajah dan bentuk sendiri dibawah kaki yang tertutup genangan air.
Disana kita mulai bercermin dengan menatap bayangan sendiri, melihat jejak perjalanan yang pernah ditorehkan. Adakah jejak yang masih nampak, atau hanya terlihat lalu hilang terhapus oleh ombak kecil pesisir pantai. Biarkan.. biarkan.. jejak itu mengering oleh terik matahari. Seperti jejak petani di sengkedan sawah yang mengering terkana terik matahari.
Posted in Uncategorized | No Comments »
June 19th, 2005 by kimud
17, 18, 19 Juni 2005 adalah hari yang dijanjikan bertemu dengan Mestre Itabora dari grupo Axe, Canada Amerika Serikat.
Malam kedatangannya adalah malam keresahanku. Terlintas dalam bayangan, saudara yang sudah lama tak jumpa bertemu kembali dalam rumah yang suasananya sama dengan yang dulu. Kamis malam (17 Juni 2005), adalah malam yang terasa terombang ambing rasa dan perasaanku.. Menunggu Mestre Itabora, menunggu dan menunggu sampai letih pikiranku lalu ada seringai bahwa besok Aku harus sehat bisa mengikuti latihan bareng Mestre Itabora.
Posted in Uncategorized | No Comments »